Satu
hal yang selalu menjadi bayanganmu adalah hujan. Aku selalu ingat bahwa kamu
senang berimajinasi menjadi hujan. Katamu, hujan selalu memberi manfaat bagi
makhluk bumi. Dan aku sepakat dengan itu.
Orang-orang mungkin akan mengira bahwa
ini adalah hal konyol. Membaca kisah
seorang yang senang mengenang masa lalunya. Sampai-sampai dia terlarut di
dalamnya. Mereka pikir, dia telah salah jalan.
Namanya juga hati, punya kuasa apa
mereka untuk ini? Bahkan awan pun hanya berdiam diri tentang ini. Dia tidak
berbicara. Namun, secara jelas dia membantu menurunkan hujan.
Namun, memang ada yang sulit untuk dilupakan. Hal yang masih terus menjadi akar permasalahan. Maafkan aku, Hujan. Aku pernah membiarkan itu terjadi. Yang pada akhirnya, menjadi ketakutan untukku tersendiri.
Meski, aku juga selalu ingat bahwa kamu seringkali menasihati untuk tidak terlalu memikirkannya, tidak perlu memikirkan masa lalu, lebih baik memikirkan masa depan. Buang jauh-jauh pikiran kaya gitu!
Tapi, ternyata memang sulit menghilangkannya.
Kamu bisa kan terus menenangkan?
Ayo, buang pikirannya, Senja. Hush!
"Masa mau bermental kelas 10 mulu?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar