Memang,
satu tahun ini bukan perjalanan yang mulus. Aku harus maklumi itu. Hujan yang
dulu aku kenal, kini dia sudah tumbuh besar. Dia selalu punya pilihan untuk
dirinya. Dia punya hak untuk itu. Dia bukan lagi anak kecil yang bisa terus
diajak bercanda. Dia sudah mengerti hidup.
Jika memang harus bertengkar, kuharap
itu bukan untuk mencari siapa yang menang. Namun untuk menjadi sebuah
kesimpulan. Bahwa masing-masing dari kita, ingin terus berperan aktif
menjalankan komitmen ini.
Aku ingat, kemarin, adalah waktu hitam
yang panjang. Enam bulan itu, ego kita meningkat kembali. Masalah kecil, namun
ternyata punya gerakan yang besar.
Aku hanya belum bisa melupakan tentang hubunganku dengan orangtuamu. Perkara yang membuatmu terpantul-pantul, yang membuatmu bingung.
Terlebih, ketika mereka mengomandoi kita untuk berjalan masing-masing. Aku yang salah tangkap? Atau bagaimana?
Walaupun, kamu sudah mengatakan bahwa semuanya sudah kembali biasa,
tapi, ternyata suasana masih tetap terasa.
Aku hanya belum yakin betul bahwa kamu sudah membicarakan ini sepenuhnya dengan orangtuamu.
Jadi, bisa kah kamu yakinkan raguku?
Dan semoga, kisah kita tidak hanya manis diawal saja,
apalagi kita masih sering "lupa".
Dan semoga, kisah kita tidak hanya manis diawal saja,
apalagi kita masih sering "lupa".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar